DISCLAIMER

“Berinvestasi di pasar saham akan menyikapi hubungan Anda yang sebenarnya dengan uang. Ini adalah Guru yang keras, dingin, lincah dan kejam dari Karakter manusia. Setiap Ketamakan yang anda tunjukan, dengan cepat akan dikoreksi oleh kerugian dalam pasar. Setiap keraguan dengan cepat akan dihancurkan oleh Hilangnya kesempatan. Setiap kesalahan dalam penilaian akan dengan cepat diperbesar kerugian. Disiplin dan kemampuan memprediksi merupakan kunci permainan ini” (Peter Spann)

Segala tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hati'lah karena berinvestasi di Pasar Saham mengandung Resiko Kerugian.

Live Indeks


Live World Indices are Powered by Forexpros - The Leading Financial Portal.

Sabtu, 05 September 2009

MONEY MANAGEMENT (PART :1 ) :

Setiap hari manusia dewasa begitu bangun dari tidurnya, tentunya memiliki rasa tanggung jawab untuk mencari uang, karena untuk hidup jaman sekarang ini dibutuhkan uang, lain halnya dahulu sebelum diciptakan uang, adalah dengan system tukar-menukar, misalnya 1 ekor kambing ditukar dengan berapa puluh ekor ayam, dll.
Kemudian beralih manusia menciptakan “EMAS” sebagai tolok ukur pembayaran, dan akhirnya diciptakan’lah uang sebagai standar pembayaran atas sesuatu benda ataupun jasa.

Sebagian orang masih banyak yang tiap hari bekerja untuk mencari uang, sekedar memenuhi kebutuhan pokok’nya saja, ada juga sebagian orang yang sudah mempunyai uang lebih, sehingga bagimana menciptakan uang tersebut akan bisa menghasilkan lebih banyak uang lagi. Dan terakhir sebagian orang sudah melakukan bagaimana caranya agar uang yang bekerja untuk mereka.

Pada umumnya, orang-orang yang sudah mampu trading saham (saya tidak mengatakan main saham, karena istilah “main” rasa’nya kok tidak begitu sedap didengernya), tentunya sudah mempunyai level bagaimana agar uangnya itu bisa menghasilkan uang lebih banyak lagi.

Pertama-tama saya ingin menyampaikan bahwa setiap penghasilan yang semakin besar, tentunya akan mempunyai resiko yang lebih besar lagi, dengan kata lain “penghasilan” berbanding lurus dengan “resiko”.

Berikut ini saya lampirkan gambar penghasilan yang berbanding lurus dengan resiko :
Photobucket
Secara sederhana, saya urutkan peringkat penghasilan dengan resiko, sbb :
1.Tabungan :
Bagi sebagian orang yang menyimpan duitnya dalam bentuk tabungan, adalah yang paling aman, karena :
a.Uangnya aman dari pencurian di rumah ataupun kebakaran.
b.Uangnya setiap saat bisa diambil lagi, walaupun baru dimasukan 1 menit juga.
c.Resikonya kena biaya administasi dan bunga’nya relative kecil, sebagai contoh, kalau kita menyimpan uang di tahapan BCA sebesar 5 juta rupiah,bunganya sekitar 1,5-2%/tahun saat ini, maka setiap bulan bunganya saja akan habis dipotong oleh biaya administrasi.

2.Deposito :
Deposito relative aman juga karena :
a.Uangnya bebas dari pencurian ataupun kebakaran dirumah.
b.Bunganya lebih besar dari tabungan, saat ini bunga deposito berkisar 6-9%/tahun
c.Resikonya begitu uang tersebut ditempatkan, maka kita tidak bisa menarik uangnya sebelum jatuh tempo (1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan), dan apabila ditarik maka akan dikenakan penalty.
d.Deposito biasanya hanya lebih tinggi 1-2% dari inflasi, bahkan pada bulan2 tertentu, lebih besar inflasi daripada deposito.

3.Obligasi/ORI/SUN :
Obilasi adalah surat hutang, bisa Obligasi Negara, ataupun obligasi perusahaan swasta, adapun kelebihan dan resikonya :
a.Berpenghasilan tetap, suku bunga berkisar 9-13%.
b.Resikonya adalah kemungkinan Obligasi perusahaan swasta tidak mampu membayar apabila jatuh tempo.
c.Membelinya harus partai besar.
d.Menjualnya bisa liquid, bisa juga tidak liquid, tergantung situasi second market.

4.Reksadana Penghasilan Tetap :
Adalah Reksadana berbasic obligasi, sehingga :
a.Mempunyai penghasilan yang tetap dan hampir selalu positif, serta selalu diatas bunga deposito.
b.Dapat membeli dengan partai kecil, dijual berdasarkan unti dari NAB.
c.Bila mencairkannya lebih praktis, biasanya dikenakan entry fee dan exit fee, serta uangnya didapat paling cepat diatas T+3.

5.Reksadana Campuran :
Adalah Reksadana Campuran berbasic Obligasi dan saham, sehingga :
a.NAB’nya bisa positif, bisa juga negative.
b.Saat market sedang normal, return sekitar 15-30%/tahun (Biasanya Fund Manager selalu harus mampu memberikan return diatas reksadana obligasi)
c.Dapat membeli dengan partai kecil, cukup dengan 5-25 juta rupiah.

6.Reksadana Saham :
a.NAB’nya bisa positif dan bisa negative.
b.Saat market bullish, rata-rata memberikan return sampai diatas 50%/tahun
c.Ketika market tahun 2008 sedng crash, NAV turun sampai 20-80%.

7.Trader Saham/Investor Saham :
a.Inilah kita bekerja untuk diri kita sendiri bagimana kita bisa mendapatkan gain dengan cara membeli dan menjual saham.
b.Resiko’nya adalah ketika saham turun, kita jual, maka kita akan menderita kerugian.

8.Option :
Option adalah jual-beli "hak" atas suatu saham.
Ini lebih beresiko daripada seorang trader, walaupun di option pakai asuransi, tetap saja uang kita bisa hilang dengan mudah.

9.Future (Index, Forex, Comodities) :
Future adalah jual-beli suatu "kewajiban" atas index, forex, comoditas.
Future inilah jenis yang paling menyeramkan, uang kita bisa hilang dalam beberpa menit saja, karena ini sudah menggunakan factor kali.
Saya tentunya tidak akan membahas panjang lebar megnenai 9 macam bentuk investasi ini, melainkan bagaimana kita me’manage uang kita agar bisa tumbuh dan berkembang biak lebih banyak dengan cara sebagai seorang trader saham.

Apa yang harus dilakukan oleh seorang Trader dalam me’manage uangnya itu?

1.Manage your risk :
Istilah” High Rish High Return”, makin tinggi resiko makin tinggi pula tingkat laba, oleh karena itu marilah kita me’manage resiko itu sehingga menjadikan “Low risk High Return”.

2.Berapa % modal yang akan anda pakai untuk trading saham tersebut?
Kenapa ini saya jadikan urutan pertama?
Karena dengan pengalokasian yang sudah anggap bijaksana, maka anda akan trading dengan memiliki rasa nyaman dan pede, serta menghilangkan dulu rasa ketakutan yang berlebihan.
(Seorang trader lebih banyak kerugian karena psikologis daripada kesalahan Tehnikal analis (TA) ataupun Fundamental Analis (FA).

3.Modal yang ditempatkan itu harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan ilmu Trading anda :
a.Bila sebagai Pemula, jangan besar-besar dulu, cukup main 10% dari total uang yang anda miliki.
b.Jangan dulu bangga dengan keuntungan tersebut, karena bisa saja trading berikutnya menderita kerugian, apabila anda bisa untung dalam keadaan market bearish, maka berarti ianda sudah sangat menguasai ilmu trading’nya.
c.Catat setiap record trading anda, baik yang untung dengan memberikan alasannya, maupun yang rugi dengan alasannya juga.
d.Apabila telah melakukan 3x trading rugi secara berturut-turut, sebaiknya istirahatkan’lah dulu beberapa hari (jangan trading dulu).
e.Jangan terlalu sering melihat monitor karena gerakan harga tersebut bisa mengelabui mata dan pikiran anda.

4.Pentingnya belajar untuk Cut Loss :
a.Lebih baik luka segera diobati walaupun terasa sakit, daripada membiarkan luka itu sehingga makin akut.
b.Pedagang yang pandai adalah pedagang yang berani menjual barangnya lebih murah dari modal, ketika dia tahu bahwa pasar sedang tidak bergairah, karena bila dia tidak melepas barang itu, akan dikenakan resiko daluwarsa, biaya penyimpanan, biaya pencurian, dll, sehingga dengan kata lain ketika market crash, CASH IS THE KING.
c.Cut loss yang baik adalah 2% dari total modal anda, atau 6% dari modal saham anda.

5.Berapa banyak’kah yang kita peroleh dari trading per bulan :
a.Menghitung laba adalah bukan dari berapa % keuntungan beli dan jual saham tersebut, tapi berapa %’kah keuntungan per bulan berbanding dengan modal yang kita tempatkan.
b.Apabila laba yang diperoleh negative dari beberapa bulan ini, maka keluar dulu’lah anda menjadi trader, sebaiknya belajar lagi
c.Selanjutnya perbandingkan tingkat % laba anda, apakah laba anda bisa melebihi tingkat bunga tabungan, deposito, obligasi, ataukah reksadana saham?
d.Karena kalau gain anda melebihi tingkat pertumbuhan reksadana saham, berarti anda seorang trader yang hebat, bisa mengalahkan Manager Investasi.
e.Buatlah grafik pertumbuhan laba anda dan bandingkan dengan pertumbuhan reksadana saham atau yang lainnya.

6.Lebih baik untung kecil daripada rugi besar :
a.Dalam sector riil, seorang pedagang besar/distributor besar tidak pernah dia mengambil keuntungan yang besar, ibasanya mengambil keuntungan hanya 0,5-2% saja.
b.Sering kali kita sebagai trader tidak mau ambil keuntungan 1 -2 level saja, padahal 1 level aja bisa untung.
Misal uang kita 30 juta rupiah, kalau tiap hari bisa untung 1% saja, berarti sudah dapat untung 20% per bulan (1 bulan dihitung 20 hari kerja). Artinya dalam 1 bulan dengan 30 juta kita sudah bisa mendapatkan keuntungan 6 juta per bulan, so berapakah dalam 1 tahun?
More than 100%/tahun. Hebat bukan? Reksadana aja jarang yang ada sampai 100% per tahun.
c.Jangan dipaksakan trading ketika market tidak bersahabat dengan kita, kecuali kalau BEI memperkenankan untuk kasih nge’short (jual dulu baru beli lagi).

7. Ambil'lah secara berkala dari gain anda, supaya keuntungan tersebut bisa dinikmati, atau minimal ketika kita kena kerugian akan lebih waspada lagi, karena biasanya kalau gain tersebut tidak diambil, selalu punya perhitungan, gak apa-apa deh, toh masih untung.

Demikianlah uraian singkat mengenai money management ini, dilain waktu saya mencaba untuk menulis kelanjutannya, dengan materi bagaimana kita mengelola keuangan kita saat kita beli, average buy, dll.
Mudah-mudahan bermanfaat buat kita semuanya, mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan.
Selamat bertrading dengan prinsip “Low Risk High Return”…..